Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Minggu, 08 Mei 2011

Angket


Pengartian Angket
Angket adalah suatu alat pengumpul data yang berupa serangkaian pertanyaan yang diajukan pada responden untuk mendapat jawaban (Depdikbud:1975)
Angket adalah suatu daftar atau kumpulan pertanyaan tertulis yang harus dijawab secara tertulis juga ( WS. Winkel, 1987)
Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengadakan komunikasi dengan sumber data ( I. Djumhur, 1985 )
Angket merupakan teknik pengumpulan data yang tidak memerlukan kedatangan langsung dari sumber data ( Dewa Ktut Sukardi, 1983 ).

Struktur Batang Tubuh Angket
  1. Judul angket
  2. Pengantar yang berisi tujuan dan petunjuk pengisian.
  3. Item-item pertanyaan, bisa juga opini atau pendapat, fakta.
Pengisian identitas dalam angket tergantung tujuannya, karena kadang-kadang indentitas tidak diperlukan. Misalnya angket yang bertujuan atau menginginkan opini atau pendapat umum.

D. Macam-macam Angket
Dilihat dari cara memberikannya, angket dapat dibedakan:
  1. Angket langsung, yaitu bila angket itu langsung diberikan kepada responden yang ingin diselidiki . Jawaban diperoleh dari sumber pertama tanpa menggunakan perantara.
  2. Angket tidak langsung, yaitu bila angket itu disampaiakan kepada orang lain angket diminta pendapat tentang pendapat atau keadaan orang lain. Jawaban angket itu diperoleh dengan melalui perantara, sehingga jawabannya tidak dari sumber pertama.
Dilihat dari strukturnya, angket dapat dibedakan menjadi :
  1. Angket berstruktur, yaitu angket yang bersifat tegas, konkrit dengan pertanyaanpertanyaan yang terbatas dan menghendaki jawaban yang tegas dan terbatas pula.
  2. Angket tak berstruktur, dipergunakan apabila konselor menginginkan uraian lengkap dari subyek tentang sesuatu hal, di mana diminta uraian yang terbuka dan panjang lebar. Disampaikan dengan mengajukan pertanyaan bebas.

Petunjuk-petunjuk Penyusunan Pertanyaan dalam Angket
1.        Menggunakan kata-kata yang tidak mengandung arti rangkap.
2.        Susunan kalimat hendaknya sederhana tapi jelas.
3.        Menghindari pemakaian kata yang tidak ada gunanya
4.        Menghindarkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak perlu.
5.        Mencantumkan kemungkinan jawaban sebanyak mungkin supaya subyek mempunyai kemungkinan pilihan yang bebas.
6.        Pertanyaan hendaknya disesuaikan dengan kemampuan dan responden sehingga dapat dijawab dengan baik.
7.        Hindarkan kata-kata yang bersifat sugestif dan juga kata yang bersifat negatif.
8.        Pertanyaan jangan bersifat memaksa untuk dijawab.
9.        Bentuk berstruktur lebih baik dari pada bentuk terbuka.
10. Pertanyaan jangan membuat responden berpikir terlalu berat.
11.     Pergunakan kata-kata yang netral, tidak menyinggung perasaan dan harga diri responden.
Langkah-langkah Penyusunan Angket.
1. Persiapan.
2. Menentukan sasaran.
3. Menentukan tujuan.
4. Menentukan jenis informasi yang dibutuhkan.
5. Merancang bentuk-bentuk pertanyaan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan.

Kegunaan Angket dalam Bimbingan.
1. Untuk mengumpulkan informasi sebagai bahan dasar dalam rangka penyusunan catatan permanen.
2. Untuk menjamin validitas informasi yang diperoleh dengan metode lain.
3. Pembuatan evaluasi progam bimbingan
4. Untuk mengambil sampling sikap/pendapat dari responden

Kelebihan Angket.
1.    Merupakan metode yang praktis, karena dapat dipergunakan untuk mengumpulkan data kepada sejumlah responden dalam jumlah yang banyak dan waktu yang singkat.
2.    Merupakan metode yang ekonomis, dari segi tenaga yang dibutuhkan.
3.    Setiap responden menerima sejumlah pertanyaan yang sama.
4.    Responden mempunyai kebebasan untuk memberikan keterangan.
5.    Responden mempunyai waktu cukup untuk menjawab pertanyaan.
6.    Pengaruh subyektif dapat dihindarkan.

Keterbatasan Angket.
1.      Sulit untuk mendapat jaminan bahwa responden akan memberikan jawaban yang tepat.
2.      Terbatas hanya pada responden yang bisa membaca dan menulis.
3.      Karena tidak berhadapan langsung dengan responden, maka bila ada pertanyaan yang kurang jelas, responden tidak dapat mendapatkan keterangan lebih lanjut.
4.      Bersifat kaku, karena pertanyaan-pertanyaan dalam angket telah ditentukan, sehingga tidak dapat diubah sesuai dengan keadaan sekitar.
5.      Sulit mendapatkan jaminan bahwa semua responden akan mengembalikan angket yang diberikan.

0 komentar:

Poskan Komentar